Selengkapnya">
Gema.id Maluku
17 Agustus 2019

Polda Maluku Melangsungkan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Di Tengah Teluk Ambon

Prakiraan durasi baca: menit - Panjang artikel kata.

Gema.id Ambon – Dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke- 74 (17 Agustus 2019), Polda Maluku melangsungkan upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di tengah laut Teluk Ambon, Ambon, Sabtu (17/8/2019).

Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa bertindak sebagai inspektur upacara dan berdiri di atas taltikal boat, AKBP Apeles Siletty bertindak sebagai komandan upacara serta dihadiri pejabat utama polda Maluku dan para tamu undangan dari instansi yang berbeda-beda.

Seluruh peserta upacara yang lainnya, menaiki berbagai kapal polisi, kapal ikan, kapal Basarnas, speed boat serta sebuah rakitan yang berada di bawak jembatan Merah Putih dan ikut menyaksikan upacara pengibaran bendera.

Polda Maluku Melangsungkan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Di Tengah Teluk Ambon

Dalam upacara tersebut, Kapolda menyampaikan sambutan tertulis Kapolri Jenderal Polisi H.M Tito Karnavian yang isinya menyatakan Indonesia merupakan negara yang luas dan memiliki sumber daya alam (SDA) yang banyak, memiliki berbagai macam jenis flora dan fauna serta masuk dalam kategori ke 4 di dunia dengan jumlah penduduk yang banyak.

Dengan demikian, upacara memperingati HUT proklamasi kemerdekaan RI ke 74, banyak masyarakat yang ikut menyaksikan dari pesisir pantai, karena perayaan ini dilaksanakan di tengah Teluk Ambon antara 4 kawasan, yakni; Rumah tiga, Negeri Poka, Negeri Halong dan Galala.

Lanjutnya, ia melakukan kegiatan upacara pengibaran bendera Merah Putih di laut sebab Provinsi Maluku merupakan provinsi yang mempunyai laut yang luas yang mencapai 92,4 persen dibandingkan dengan daratannya, dengan itu ia juga memanfaatkan laut untuk sebagai tempat pelaksanaan upacara tahun ini.

“Pemikiran dasar untuk melaksanakan upacara di laut adalah kita melihat Provinsi Maluku merupakan daerah yang memiliki wilayah laut yang luas. Sehingga, kita, masyarakat, polisi dan lainnya perlu melihat laut.”

Jelasnya

Tambahnya, yang menjadi tingkat kesulitan dalam melaksanakan upacara bendera di laut adalah dengan arus dan ombak laut yang tidak bisa terkontrol, terkadang para peserta upacara bergeser, tapi itu tidak jadi persoalan, karena mereka bisa menikmati alam dan lautannya dan dapat dilihat dari nelayan dan masyarakat.

“Pelaksanaan upacara yang kami lakukan tidak jadi masalah, karena kamis bisa menikmati alamnya dan disaksikan dengan nelayan.”

Tutupnya

Kota Ambon, alam maupun teluknya senantiasa kita jaga dan dipelihara kelestariannya dengan baik semoga bisa selalu bersih dari sampah dari plastik dan lainnya supaya masyarakat bisa hidup sehat dan banyak wisatawan dari berbagai daerah datang di kota Ambon ini.

Penaut:
Back to Top