Pasang iklan

Perahu Belang Banda Ikut Memeriahkan Festival Teluk Ambon 2019

Gema.id Maluku Tengah – Para peserta lomba dari kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah telah berangkat menuju kota Ambon dalam acara Festival Teluk Ambon tahun 2019.

Mereka merupakan peserta manggurebe atau adu cepat lari perahu dengan menggunakan perahu Belang atau biasa juga disebut dengan Kora-Kora.

Perahu Belang atau Kora-Kora adalah perahu tradisional Kepulauan Banda yang bentuknya seperti perahu sampan dengan panjang sekitar 10 meter dan sempit serta menyerupai perahu Naga Cina.

Para peserta dayung perahu Belang ini dilepas oleh Camat Banda (Abdul Kadir) dan disaksikan dengan ratusan warga Banda Naira yang mengikuti pelaksanaan pada hari Minggu kemarin (18/8/2019).

Baca juga: Festival Teluk Ambon Dibuka Secara Resmi Oleh Gubernur Maluku

Kapal motor Karya sejati yang membawa 58 peserta lomba dengan 2 buah perahu tradisional belang dipastikan akan tiba di Ambon pada hari ini, Ambon, Senin (19/8/2019).

Acara lomba adu cepat dayung perahu belang merupakan acara tahunan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, dimana acara ini diikuti oleh para pendayung tradisional dari berbagai negeri atau desa yang ada di Maluku.

Perlombaan ini sangat meriah dengan dihadiri ratusan bahkan ribuan orang yang menyaksikan. Setiap perahu belang ada sekitar 30 orang yang mendayungnya dan mereka melakukannya dengan penuh kekompakan.

Abdul Kadir menambahkan, peserta manggurebe memiliki 2 tim dari Desa Bayauw dan Desa Tana Rata untuk tahun ini, dirinya juga optimis akan memenangkan perlombaan itu dan bisa bermain dengan maksimal, ia juga tidak pernah absen jika ada acara perlombaan adu cepat perahu atau perahu belang.

“Kami memiliki 2 tim tahun ini, dari Desa Tana Rata dan Desa Bayauw. Saya yakin peserta Banda akan memenangkan perlombaan ini.”

Kata Abdul Kadir

Lanjutnya, perlombaan perahu belang sangat diminati masyarakat di Kepulauan Banda, karena perahu belang dengan kepulauan Banda mempunyai sejarah dimasa dahulu, perahu tersebut dahulunya digunakan untuk mengusir penjajah, berdagang dan sebagai alat transportasi untuk membawa para raja-raja.

Kepulauan Banda yang dulunya menjadi salah satu rebutan antara kerajaan Inggris dan kerajaan Belanda.

Banda juga merupakan salah satu pulau yang ditukar oleh kerajaan Inggris yang sekarang menjadi pusat kota New York.

Dengan acara seperti ini, mereka bisa melestarikan peninggalan leluhurnya dan mewarisi budaya yang telah berumur ratusan tahun lamanya. Lewat festival dan pesta rakyat Banda yang digelar setiap tahunnya dilakukan bisa mempromosikan budaya dan menjadi daya tarik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

Beri tanggapan