Pasang iklan

Kronologi Sifat Binatang Ayah Mencabuli 2 Anak Kandungnya Sendiri

Gema.id Maluku Tengah – Kasus kejahatan seksual kembali terjadi di Desa Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Seorang ayah berinisial RAL (40) tega mencabuli 2 anak kandungnya sendiri NL (21) dan SL (19) selama 9 tahun.

Ayah yang bersifat binatang itu melakukannya sejak 2010 hingga 2019. Tindakan asusila itu terus menerus RAL lakukan pada NL dan SL disertai dengan kekerasan dan ancaman.

Pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (3) UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 tentang persetubuhan terhadap anak dibawa umur dan atau pas 286 KUHP.

“Tersangka kami amankan setelah mendapat nomor polisi nomor: LP/621/VII/2019/Maluku/Res Ambon, tangg 6 Agustus 2019.”

Jelas Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau -pulau Sewa (Ipda Julkisno Kaisupy, Kamis (22/8/2019)

Kronologis pencabulan pada SL dan NL

Pencabulan pada SL

Tahun 2010, usia korban SL (anak kandung) saat itu masih berumur 10 tahun, dimalam hari, pelaku RAL (ayah kandung) memanggil anaknya masuk ke dalam kamar.

Kemudian, sang ayah mengancam akan memotong leher SL dengan sebilah parang jika tidak menuruti kemauannya, karena SL merasa terancam dan ketakutan, sehingga ia menuruti kemauan ayahnya.

Selanjutnya, RAL langsung menyetubuhi SL, setelah persetubuhan itu selesai, RAL menyuruh anaknya keluar dari kamar. Persetubuhan dan ancaman serta kekerasan tersebut terus menerus RAL lakukan pada anaknya.

RAL juga melarang anaknya untuk bergaul dengan teman-teman dan kerabatnya yang lain, sehingga SL takut ceritakan hal tersebut kepada ibu dan kerabatnya atas perilaku ayahnya.

Setiap ada kesempatan, persetubuhan tersebut terus terjadi berulang kali sampai tahun 2019 dan usia SL sudah beranjak dewasa (19 tahun).

Pencabulan pada NL

Korban berinisial NL merupakan kakak kandung SL yang RL juga cabuli di usia 12 tahun (tahun 2010), RAL melakukan persetubuhan terus menerus pada NL sampai tahun 2019. Sifat binatang RAL terhadap anak-anaknya di waktu yang berbedan.

Kedua anak tersebut baru saling mengetahui mengenai perilaku bejat ayahnya ketik SL mengadu pada neneknya (RS) yang tinggal di Des Kate-kate Kecamatan Teluk Ambon.

Karena sang nenek tidak menerima sikap dan perilaku RAL terhadap cucunya, ia mempolisikan anak mantunya tersebut.

Dengan demikian, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kepada para saksi korban dan telah melakukan Visum et Repertum (VeR) kepada kedua korban tersebut.

Tim Buser Sat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease menciduk pelaku pencabulan tersebut di rumahnya dan langsung dibawa ke polres pulau Ambon dan untuk dilakukan pemeriksaan.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)