Pasang iklan

Festival Teluk Ambon, Lomba Arumbai Manggurebe Berakhir Dengan Kericuhan

Gema.id Ambon – Lomba Arumbai Manggurebe atau Perahu Belang memeriahkan HUT 74 RI dan HUT 74 Provinsi Maluku yang dibungkus dalam salah satu kegiatan Festival Teluk Ambon tahun 2019, berakhir, Selasa (20/8/2019) siang.

Perlombaan atau perahu belang dalam memeriahkan HUT RI dan HUT Provinsi Maluku ke-74 merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada even Festival Teluk Ambon 2019 dan berakhir pada hari Selasa (20/8/2019)

Perlombaan ini dimulai pukul 09.00 WIT, start di Dermaga Tirta Kencana, Desa Amahusu, kecamatan Nusaniwe dan finish di kawasan Lantamal Halong Ambon.

Dalam perlombaan perahu belang mendapat perhatian masyarakat kota Ambon dan wisatawan yang sempat hadir, hal ini juga bisa mengangkat sejumlah kearifan lokal dan daya tarik wisatawan.

Baca juga: Festival Teluk Ambon Dibuka Secara Resmi Oleh Gubernur Maluku

Hasil keputusan juri

Dengan berakhirnya perlombaan Perahu Belang, juri telah memutuskan hasil perlombaan tersebut:
• (Juara 1) Belang Porto dengan catatan waktu 52,31,52 detik,
• (Juara 2) Belang Banda1 dengan catatan waktu 52,32,00 detik,
• (Juara 3) Belang Negeri Haria dengan catatan waktu 53, 02,93 detik,
• (Posisi 4) Belang Banda2,
• (Posisi 5) Belang Negeri Ihamahu,
• (Posisi 6) Belang Rumahtiga.

Namun, Arumbae Manggurebe tahun ini diwarnai dengan kericuhan, hal ini terjadi setelah juri mengumumkan pemenang hasil perlombaan tersebut.

Baca juga: Ribuan Warga Kota Ambon Mengikuti Aksi “Menghadap Laut 2.0”

Awal terjadinya kericuhan

Setelah pengumuman itu, banyak warga Banda yang berada di lokasi tersebut melakukan protes dengan keputusan panitia perlombaan karena mereka beranggapan Belang Banda yang masuk finish lebih awal dan menilai panitia curang.

Dengan hasil itu, warga Banda meminta bukti yang menunjukkan bahwa belang Porto yang masuk finish lebih awal, dari pihak panitia ingin ingin menunjukkan bukti berupa video dari hasil rekaman melalu drone,

Akan tetapi, panitia tidak bisa perlihatkan video rekaman tersebut dengan alasan drone tersebut rusak dan tetap memutuskan Belang Porto pemenang perlombaan tersebut.

Dari hasil keputusan itu, warga Banda melakukan aksi adu mulut dan saling dorong dengan pihak panitia, namun dapat dipisahkan dari aparat kepolisian

Baca juga: Perahu Belang Banda Ikut Memeriahkan Festival Teluk Ambon 2019

Raja Tanah Rata Kecamatan Banda (Fitra) menjelaskan di depan wartawan, panitia tidak profesional dalam menentukan hasil keputusan karena tidak dapat memberikan bukti pemenang lomba tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan keputusan panitia dan juri karena tidak bisa memberikan bukti apa-apa, kami melihat Belang Banda yang finish duluan.”

Ujarnya

Lanjutnya, ia tidak akan ikut berpartisipasi kembali dalam memeriahkan Festival Teluk Ambon, jika panitianya terus seperti ini. Sebab perjuangan mereka begitu berat untuk datang di Kota Ambon.

“mungkin ini terakhir kalinya kami datang untuk meramaikan pesta teluk Ambon, kalian bisa lihat, begitu berat perjuangan kami untuk datang di Kota Ambon, tapi nyatanya panitia tidak siap dalam perlombaan ini.”

Tegasnya.

Beri tanggapan

Baru ?, Buat akun


Masuk

Lupa password ? (tutup)

Sudah punya akun ?, Masuk


Daftar

(tutup)

Lupa Password

(tutup)