Pasang iklan

Festival Teluk Ambon Dibuka Secara Resmi Oleh Gubernur Maluku

...


Festival Teluk Ambon ke 14 Tahun 2019, resmi dibuka Gubernur Maluku Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail di kawasan Lapangan Merdeka, Ambon, Minggu malam (18/8/2019).
Dengan terlaksananya acara Festival Teluk Ambon ini, Murad menyampaikan dan memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara telah mengadakan festival ini dari tahun ke tahun.
Selain itu, Murad juga menebarkan Ambon bebas dari sampah plastik. Dalam pembukaan acara Festival ini ditandai dengan pemukulan tifa serta diwarnai dan dimeriahkan dengan penuh kembang api.
Lanjutnya, ia mengajak kepada seluruh masyarakat Maluku san pemerintah untuk saling bahu membahu dan bersama sama membangun Maluku supaya menjadi lebih baik lagi dan lebih maju sehingga bisa sejajar dan bersaing dengan provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia.
“Ayo kita dukung dan doakan serta mengangkat Maluku supaya bisa sama dengan Provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia.” Kata Murad dalam sambutannya.
Festival ini ada terlaksana selama 3 hari, mulai dari tanggal 18 sampai tanggal 20 Agustus yang akan datang.
Meskipun hanya 3 hari, Festival ini akan dimeriahkan dengan berbagai macam acara, seperti panggung musik, lomba arumbelo, workshop fotografi, modelling dan pameran bangunan.
Pameran Festival Teluk Ambon
Dalam pameran ini, terdapat 40 stan instansi yang ikut berpartisipasi dan memeriahkan pameran Festival Teluk Ambon tahun 2019, mulai dari sekolah-penerbangan, lembaga pemerintahan, Moluccase Coastal Care sampai dengan sekolah kejuruan.
Untuk jadwalnya sendiri, pameran ini sudah dibuka sejak pukul 12.00 WIT Minggu (18/8/19) yang akan berlangsung selama 3 hari di Pattimura Park Ambon.
Dinas pariwisata provinsi Maluku mengadakan acara goyang Festival Teluk Ambon pada pukul 06.00 sampai 08.00 WIT di jln Ay Paty sebelum pameran ini dilangsingkan.
Dengan berlangsungnya pameran ini, harapannya kepada pengunjung untuk tidak terlalu banyak memakai dan menggunakan produk dan kemasan yang berbahan dari plastik.
Hal tersebut dijelaskan oleh Marthen Reasoa (Ketua Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Maluku).
Tambahnya, di dalam pameran tersebut, barang-barangnya haru terbuat dari baham plastik, bila ada yang terbuat dari bahan plastik, harapannya mereka bisa menciptakan produk yang lebih kreatif lagi. Karena sampah plastik merupakan isu global.
“yang ada dalam pameran ini harus bebas dari plastik, mereka akan ditanya untuk menciptakan produk yang kreatif lagi bisa didapatkan menggunakan baham plastik. Kita juga sudah tahu, sampah plastik merupakan isu global.” Tutupnya

Beri tanggapan